Friday, January 24, 2014

Foto 30. Infanterie-Division

Pada tanggal 13 September 1939 Hitler meninggalkan Illnau dan berangkat ke Łódź dengan menggunakan pesawat terbang. Pada siang harinya dia pergi ke Gogolin dimana telah menunggu Führersonderzug "Amerika", kereta api pribadi yang sekaligus juga merupakan markas berjalannya. Di Gogolin Hitler mengadakan kunjungan ke markas Generalleutnant Kurt von Briesen (Kommandeur 30. Infanterie-Division). Panglima Oberkommando der Wehrmacht, Wilhelm Keitel, mengenang: "Di hari itu Führer mengunjungi temanku Jenderal von Briesen dari Divisi Infanteri ke-30, yang selama beberapa hari ini telah mempertahankan dengan mati-matian bagian sayap dari AD ke-8 Blaskowitz yang berkekuatan minim. Dengan hanya satu divisi pimpinannya, dia telah berhasil menggagalkan usaha terobosan besar-besaran dari pasukan Polandia yang terkepung oleh Jerman. Posisi markasnya sendiri cuma bisa ditempuh dengan berjalan kaki dan berada dalam jangkauan senjata artileri musuh. Hanya dengan otoritas langsung dari Führer-lah yang membuat kami akhirnya bisa bertemu dengan von Briesen di markasnya, yang mengambil tempat di sebuah ruangan sekolah. Briesen, yang lengan kanannya terluka parah oleh serpihan bom dalam pertempuran beberapa hari sebelumnya, mendeskripsikan pada Führer pertempuran berat selama berhari-hari yang telah dijalani oleh divisinya. Ketika ditanyakan mengenai lengannya yang terbebat, dia mengaku bahwa luka tersebut didapatkannya saat memimpin langsung batalyon cadangan terakhir yang dipunyainya ke medan perang. Saat kami dalam perjalanan pulang dari markas komandonya, Hitler mengatakan padaku: 'Seperti itulah tipikal jenderal Prusia tulen keluaran sekolah militer kerajaan! Prajurit sejati seperti dia tak banyak jumlahnya, dan dia telah memenangkan hatiku. Sebelum hari ini berakhir, aku ingin dia menjadi komandan divisi pertama yang dianugerahi Ritterkreuz. Dia telah menyelamatkan AD Blaskowitz dengan keberanian dan kegigihannya!" Foto ini sendiri memperlihatkan saat Hitler ngobrol dengan Divisionskommandeur Briesen sementara para prajurit dari 30. Infanterie-Division memberikan salam hormat Nazi. Sedikit tertutup oleh Hitler adalah kepala dari General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), sementara berjalan di belakang diantara Hitler dan Briesen adalah Hauptmann Nicolaus von Below (Adjutant der Luftwaffe beim Führer und Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), yang diikuti oleh Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht). Foto oleh Heinrich Hoffmann


Generalleutnant Kurt von Briesen (Kommandeur 30. Infanterie-Division) tertidur pulas di jok belakang sebuah Kübelwagen dalam penyerbuan pasukan Jerman ke Belgia di bulan Mei 1940. Schirmmütze-nya tampak tergeletak di sampingnya. Briesen dan pasukannya tercatat sebagai unit Wehrmacht pertama yang memasuki kota Paris pada tanggal 14 Juni 1940


 Foto oleh Kriegsberichter Folkerts ini memperlihatkan Generalleutnant Kurt von Briesen (Kommandeur 30. Infanterie-Division) menyaksikan parade kemenangan pasukannya di Avenue Foch, Paris, tanggal 14 Juni 1940. Saat itu 30. Infanterie-Division mendekati Paris dari arah utara, tapi tujuannya sendiri hanya melewati kota tersebut demi melanjutkan memburu pasukan Prancis yang mundur ke arah selatan. Ketika Briesen mendengar berita bahwa Paris dinyatakan sebagai "Kota Terbuka", dia memutuskan untuk mengirim unit kecil ke perbatasan kota tersebut untuk mengecek kebenarannya. Unit tersebut kembali dan melaporkan bahwa tidak ada perlawanan sama sekali yang dijumpai, sementara militer Prancis semuanya telah pergi. Pada saat itulah Briesen memutuskan untuk merubah arah gerakan pasukannya dan mengambil jalur berbeda yang menembus kota Paris. Ketika dia sampai di Champs-Élysées, dia memerintahkan agar diadakan "parade kecil-kecilan", sehingga jadinya 30. Infanterie-Division memasuki Champs-Élysées dengan diiringi oleh band sementara Briesen sendiri memberi hormat sambil menunggang onta. Kejadian tersebut mendapat liputan luas, dan sering disalahpahami sebagai parade kemenangan pasukan Jerman setelah pasukan Prancis menyerah, padahal pada kenyataannya itu hanyalah gerak maju "berkelas" divisi Briesen dengan melewati kota Paris dalam mengejar pasukan Prancis yang mundur!



 
Prajurit-prajurit Wehrmacht berbaris di sepanjang rute parade di Champs-Élysées, Paris, dipimpin oleh seorang Obermusikmeister dari Musikkorps unitnya. Reichsadler divisi (Schellenbaumflagge) dari 30. Infanterie-Division bisa terlihat di latar belakang, di atas Schellenbaum (Jingling Johnnie). Perhatikan bahwa mereka memakai sepatu pendek bergaiter dan bukannya sepatu boot yang sedikit lebih tinggi. Pada waktu pendudukan Jerman (1940-1944), warga kota Paris biasanya bercanda tentang ketepatan waktu parade pasukan Wehrmacht yang tak terkalahkan: "Apa sebabnya Champs-Élysées dibatasi oleh pepohonan? ... supaya orang-orang Jerman dapat berbaris di bawah bayangannya!" Foto oleh André Zucca


 Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Generalleutnant Kurt von Tippelskirch (Kommandeur 30. Infanterie-Division) yang diselenggarakan pada tanggal 23 November 1941. Yang menyerahkannya adalah General der Artillerie Christian Hansen (Kommandierender General X. Armeekorps) yang merupakan atasan Von Tippelskirch

----------------------------------------------------------------------------

KOMMANDEUR

Generalmajor Otto Barth (18 Juni 1891 - 3 Mei 1963) bergabung dengan Feldartillerie-Regiment 64 tanggal 30 Maret 1911. Seusai Perang Dunia Pertama dia sempat meneruskan karir di Reichswehr sebagai perwira artileri sebelum keluar pada tahun 1920 untuk menjadi warga sipil. Ketika Wehrmacht dibentuk pada tahun 1935, Barth masuk kembali dan langsung mendapatkan pangkat Hauptmann. Dia ikut berpartisipasi dalam kampanye di Polandia serta Prancis, dan pada tanggal 11 Desember 1940 diserahi tanggungjawab unutk menjadi komandan Artillerie-Regiment 117. Bersama dengan resimennya dia bertempur di wilayah Rusia selatan dan dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 8 Mei 1943 sebagai Oberst dan Kommandeur Artillerie-Regiment 117 / 111.Infanterie-Division / XXIV. Armeekorps / 6.Armee / Heeresgruppe Süd sebagai penghargaan atas kepemimpinannya yang mengagumkan. Hanya berselang tiga hari kemudian Barth dimasukkan sebagai Führerreserve, dilanjutkan dengan menjadi Lehrgangsleiter Artillerieschule I tanggal 17 September 1943. Pada tanggal 15 Agustus 1944 dia ditunjuk sebagai Komandan 30. Infanterie-Division sekaligus dipromosikan menjadi Generalmajor. Ini bukanlah penempatan terakhirnya karena pada tanggal 16 Februari 1945 dia menjadi Komandan 21. Feld-Division (Luftwaffe). Dia memimpin divisinya secara luar biasa di tengah kecamuk pertempuran Kurland melawan kekuatan Tentara Merah yang berlipat besarnya. Barth kemudian harus menghabiskan waktu selama 10 tahun di dalam kamp tawanan Soviet yang terkenal brutal sebelum dibebaskan pada tanggal 9 Oktober 1955. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz; Ritterkreuz des königlichen Sächsen Militär St. Heinrichs-Orden (7 Mei 1918); Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918 (1934); Dienstauszeichnung der Wehrmacht III.Klasse (2 Oktober 1936); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.klasse; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); Anerkennungsurkunde des Oberbefehlshabers des Heeres #1238 (5 Oktober 1942); Deutsches Kreuz in Gold (9 Oktober 1942); serta Ärmelband Kurland (1945). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 3 November 1944


Sumber : 
Buku "Der Große Deutsche Feldzug gegen Polen" karya Heinrich Hoffmann
Buku "Uniforms of the German Soldier; an Illustrated History from 1870 to the Present Day" karya Alejandro M. De Quesada 
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.commons.wikimedia.org
www.forum.axishistory.com
www.historicalwarmilitariaforum.com
www.ww2colorfarbe.blogspot.com

No comments: