Monday, September 8, 2014

Foto Franz Bäke, Jenderal Sekaligus Dokter Gigi

Generalmajor der Reserve Dr.med.dent. Franz Bäke (28 Februari 1898 - 12 Desember 1978) ikut bertempur dalam Perang Dunia Pertama (1914-1918), dilanjutkan sebagai anggota Freikorps Epp yang bertarung melawan kaum Komunis di Bavaria (1919-1920). Dia lalu memutuskan untuk berhenti dari militer dan menjadi seorang dokter gigi di Hagen, Nordrhein-Westfalen. Pada tahun 1937 Bäke bergabung kembali dengan Angkatan Bersenjata Jerman, dan kali ini menjadi seorang perwira cadangan di unit pelopor. Dia ikut berpartisipasi dalam aneksasi Cekoslowakia (1938), penyerbuan ke Polandia (1939), Prancis (1940), dan Rusia (1941). Pada tanggal 11 Januari 1943 Bäke dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes sebagai Major der Reserve dan Kommandeur II.Abteilung / Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division, atas prestasinya dalam operasi penyelamatan 6. Armee yang terperangkap di Stalingrad. Tak lama kemudian, tepatnya pada tanggal 1 Agustus 1943, dia mendapatkan tambahan Eichenlaub #262 untuk Ritterkreuz-nya setelah bertempur dengan gigih dalam Unternehmen Zitadelle (Pertempuran Kursk). Di akhir tahun 1943 dia memimpin unit ad-hoc schwere Panzer-Regiment "Bäke" yang berisikan campuran tank Panther dan Tiger. Dengan unitnya ini sang Komandan Panzer "menggila" dalam Pertempuran Balabonovka dan Kantong Cherkassy, termasuk seorang diri menghancurkan tiga buah tank musuh dengan senjata genggam-tangan! Atas prestasinya tersebut, dia diganjar dengan Schwerter #49 untuk Ritterkreuz-nya pada tanggal 21 Februari 1944 sebagai Oberstleutnant der Reserve dan Kommandeur Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division. Setelahnya dia dipindahkan untuk bertugas di Front Barat demi melawan tentara Sekutu, dengan menjadi Komandan Panzer-Division Feldherrnhalle yang sebagian besar beranggotakan para anggota SA (Sturmabteilung). Bäke memimpin divisinya sampai dengan akhir perang. Setelah keluar dari kamp tawanan Sekutu pada tahun 1947, dia melanjutkan kembali pekerjaan lamanya sebagai dokter gigi. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (15 Juli 1916); Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (26 September 1939); 1939 Eisernes Kreuz I.Klasse (1 Juni 1940); Verwundetenabzeichen in Silber (2 Juni 1940); Panzerkampfabzeichen in Silber (7 Juni 1940); Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 (10 September 1940); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1 Agustus 1942); Verwundetenabzeichen in Gold (14 Juli 1943); tiga buah Panzervernichtungsabzeichen in Silber (17 Juli 1943); Panzerkampfabzeichen in Silber II.Stufe #25 (1 Agustus 1943), III.Stufe #50 (16 Agustus 1943), IV.Stufe #75 (5 Desember 1943) dan V.Stufe #100 (26 April 1944). Selain itu, namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht (31 Januari 1944 dan 6 Desember 1944)


Upacara penganugerahan Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk para perwira Heer yang diselenggarakan di Führerhauptquartier Wolffschanze tanggal 15 September 1943. Para penerima, dari kiri ke kanan: Oberst Paul Schultz (Kommandeur Grenadier-Regiment 308 / 198.Infanterie-Division, EL #284, terhalang oleh Hitler), Oberst der Reserve Dr.med.dent. Walter Lange (Kommandeur Grenadier-Regiment 43 / 1.Infanterie-Division, EL #300), Major Theodor Tolsdorff (Kommandeur I.Bataillon / Füsilier-Regiment 22 / 1.Infanterie-Division, EL #302), Oberst Günther Pape (Kommandeur Panzergrenadier-Regiment 394 / 3.Panzer-Division, EL #301), dan Major der Reserve Dr.med.dent. Franz Bäke (Kommandeur II.Abteilung / Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division, EL #262)
. Uniknya, dua di antara lima orang perwira yang "hajatan" disini adalah dokter gigi bersertifikasi (Lange dan Bäke)!



Major der Reserve Dr.med.dent. Franz Bäke (Führer Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division) bersama dengan dua orang perwiranya, musim panas tahun 1943. Di sebelah kiri adalah Regimentsadjutant, Leutnant Herbert Lappe, sementara di sebelah kanan kemungkinan besar adalah salah satu komandan batalyonnya yang sama-sama berpangkat Major. Di belakang mereka "bertengger" tank komando Panzerbefehlswagen III Ausf.K yang menjadi tunggangan pribadi sang Regimentsführer. Markingnya sendiri tidak kelihatan, meskipun secara umum harusnya bernomor "R01" atau "R00" yang dikuhususkan bagi komandan unit panzer. Di leher Bäke tercantol medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub yang didapatkannya tanggal 1 Agustus 1943. Yang menarik adalah tiga buah strip Panzervernichtungsabzeichen di lengan yang menunjukkan bahwa sang perwira telah menghancurkan tiga buah tank musuh menggunakan senjata genggam tangan! Pada tanggal 11 Juli 1943 saat Pertempuran Kursk sedang berlangsung dengan sengit, Bäke memimpin konvoy panzer Jerman dengan didahului oleh tank T-34 rampasan yang berfungsi sebagai pengecoh. Mereka ditugaskan untuk merebut sebuah jembatan yang strategis yang melintasi sungai Donets. Pada saat malam tiba tanknya didapati telah terkepung oleh beberapa buah tank Soviet. Bäke memutuskan untuk keluar dari panzernya (yang mempunyai senjata meriam utama tapi terlalu lemah untuk menghadapi tank-tank medium musuh) dan memimpin serangan balasan yang sukses dengan berjalan kaki menggunakan peledak anti-tank magnetis Haft-HI 3 "Panzerknacker" Dia secara pribadi menghancurkan tiga buah tank!


Oberstleutnant der Reserve Dr.med.dent. Franz Bäke (Kommandeur Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division) meninjau kesiapan pasukannya di Bielefeld awal tahun 1944. Dia mengenakan panzer einheitsfeldmütze (topi lapangan panzer) M43 yang mempunyai lencana tank di bagian pinggirnya. Lencana itu sebenarnya menggambarkan siluet Königstiger yang biasa dikenakan oleh para anggota schwere Panzer-Abteilung 503. Uniknya, Bäke tercatat tidak pernah bertugas di unit tersebut, tapi kenapa dia "diizinkan" memakainya? Ini karena dia pernah menjadi komandan unit ad-hoc schweres Panzer-Regiment "Bäke" (musim dingin 1943/1944) yang anggotanya merupakan cabutan dari gabungan Panzer-Regiment 11 dan schwere Panzer-Abteilung 503



Dari sejak masa mudanya, komandan panzer sekaligus Schwerternträger (peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub und Schwerter) Generalmajor Dr.med.dent. Frank Bäke sudah bercita-cita untuk berkarir di bidang medis. Tapi kemudian Perang Dunia Pertama membuat rencananya berubah, sehingga dia pun bergabung di dinas militer sebagai sukarelawan. Di masa antar perang Bäke kembali melanjutkan studi medisnya yang tertunda, dan lulus sebagai dokter gigi tahun 1922. Dia membuka praktek yang cukup sukses di Hagen, Nordrhein-Westfalen, hanya untuk diselingi kedua kalinya oleh tugas militer saat Nazi naik ke tampuk kekuasaan. Ketika Perang Dunia II usai - dan Bäke telah resmi ditahbiskan sebagai "pahlawan" Jerman - maka tak terlalu sulit untuk menduga ke arah mana karirnya berlanjut: yup, dokter kandungan eh dokter gigi! Dalam foto ini, Dr. Bäke sedang berinisiatif mengobati gigi salah seorang anakbuahnya. Yang menarik adalah tiga panji untuk penghancuran tiga buah tank (Panzervernichtungsabzeichen) yang terpampang dengan gagah di lengan kanannya. Pada tanggal 11 Juli 1943, selama berlangsungnya Unternehmen Zitadelle alias Pertempuran Kursk, 6.Panzer-Division bertugas bersama Detasemen Angkatan Darat Kempf sebagai bagian dari gerak maju ke arah utara melalui Prokhorovka. Bäke memimpin sebuah konvoy panzer (yang dipimpin sebuah tank T-34 hasil rebutan dari tangan Rusia sebagai tipuan bagi pihak musuh), dalam usahanya untuk merebut sebuah jembatan yang sangat vital di atas sungai Donets. Tak lama sesudah malam tiba, tahu-tahu mereka telah dikepung oleh beberapa tank Soviet. Dengan gagah berani Bäke memutuskan untuk meninggalkan tank komandonya (yang tak mempunyai senjata meriam utama), dan memimpin sebuah serangan balasan yang berhasil, dengan tanpa bantuan tank dan hanya mengandalkan peledak anti-tank magnetik Haft-HI 3 "Panzerknacker". Dalam serangan tersebut, Regimentskommandeur Bäke secara pribadi menghancurkan tiga buah tank T-34 musuh!


Upacara penganugerahan Eichenlaub dan Schwertern untuk para perwira Heer yang diselenggarakan di Berghof, Obersalzberg, tanggal 27 April 1944. Para penerima, dari kiri ke kanan: General der Infanterie Hans Jordan (Kommandierender General VI. Armeekorps, SW #64, bersalaman dengan Hitler), General der Panzertruppe Hermann Breith (Kommandierender General III. Panzerkorps, SW #48), Oberstleutnant der Reserve Franz Bäke (Kommandeur Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division, SW #49), General der Panzertruppe Walther Nehring (Kommandierender General XXIV. Armeekorps, EL #383), General der Panzertruppe Fridolin von Senger und Etterlin (Kommandierender General XIV. Panzerkorps, EL #439), Generalmajor Hans Källner (Kommandeur 19. Panzer-Division, EL #392), Oberst Georg Koßmala (Kommandeur Grenadier-Regiment 6 / 30.Infanterie-Division, EL #435), Oberst der Reserve Maximilian Wengler (Kommandeur Grenadier-Regiment 366 / 227.Infanterie-Division, EL #404), Oberst Hermann-Heinrich Behrend (Kommandeur Grenadier-Regiment 154 / 58.Infanterie-Division, EL #421), Oberstleutnant Josef Bregenzer (Kommandeur Grenadier-Regiment 245 / 88.Infanterie-Division, EL #427), Oberstleutnant Meinrad von Lauchert (Kommandeur Panzer-Regiment 15 / 11.Panzer-Division, EL #396), Major Otto Benzin (Führer Grenadier-Regiment 89 / 12.Infanterie-Division, EL #406), Hauptmann Helmut Kalbitz (Kommandeur Pionier-Bataillon 31 / 31.Infanterie-Division, EL #366), Hauptmann Josef Rettemeier (Kommandeur Panzer-Abteilung 5 / 25.Panzergrenadier-Division, EL #425), dan Feldwebel Walter Möse (Zugführer di 13.Kompanie / Jäger-Regiment 49 / 28.Jäger-Division, EL #390). Hanya empat orang pertama dari kiri yang kelihatan, sementara yang lainnya tertutup oleh Hitler atau memang tidak tampak di foto!


Salah satu dari sangat sedikit foto yang memperlihatkan Franz Bäke memakai seragam Heer standar dan bukannya seragam hitam Panzertruppen. Foto ini diambil di Kürassier-Kaserne (Grenadier-Ersatz-Bataillon 18. Entah apa yang sedang dilihat oleh tiga orang perwira ini, apakah gambar porno?


SA-Stabschef Wilhelm Schepmann menginspeksi pasukan penjaga kehormatan saat melakukan kunjungan ke markas Panzer-Brigade 106 "Feldherrnhalle" di Mielau tanggal 28 Agustus 1944. Di sebelah kanannya mengenakan seragam hitam panzer adalah Oberst der Reserve Dr.med.dent. Franz Bäke (Kommandeur Panzer-Brigade 106 "Feldherrnhalle"). Brigade yang baru dibentuk tersebut meninggalkan Mielau (85 km timur-laut Warsawa) dua hari kemudian menuju Trier sebelum berangkat untuk bertempur di front Metz-Briey


Foto ini diambil pada tanggal 13 Januari 1945 oleh Kriegsberichter Hamann, dan memperlihatkan tiga orang Ritterkreuzträger (peraih medali Ritterkreuz) Wehrmacht - yang juga adalah anggota SA (Sturmabteilung) - yang sedang melakukan kunjungan kehormatan ke kantor Panglima SA Wilhelm Schepmann. Dari kiri ke kanan: SA-Standartenführer Dr.med.dent. Franz Bäke (pangkat Wehrmacht: Oberst der Reserve dan Kommandeur Panzer-Brigade 106 "Feldherrnhalle"), SA-Oberführer Ewald Bartel (Hauptmann der Reserve dan Kommandeur Panzergrenadier-Bataillon 2106 “Feldherrnhalle”), Gabriel Erdmann (pangkat Wehrmacht: Hauptmann), dan SA-Stabschef Wilhelm Schepmann


 
Medali dan penghargaan yang tercatat diterima oleh Generalmajor Dr.med.dent. Franz Bäke: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (15 Juli 1916); Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (26 September 1939); 1939 Eisernes Kreuz I.Klasse (1 Juni 1940); Verwundetenabzeichen in Silber (2 Juni 1940) dan in Gold (14 Juli 1943); Panzerkampfabzeichen in Silber (7 Juni 1940); Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 (10 September 1940); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1 Agustus 1942); Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (11 Januari 1943); tiga buah Panzervernichtungsabzeichen in Silber (17 Juli 1943); Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #262 (1 Agustus 1943); Panzerkampfabzeichen in Silber II.Stufe 25 (1 Agustus 1943), III.Stufe 50 (16 Agustus 1943), IV.Stufe 75 (5 Desember 1943) dan V.Stufe 100 (26 April 1944); serta Schwerter zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub #49 (21 Februari 1944)


Lukisan karya Werner Horn ini memperlihatkan Major der Reserve Franz Bäke, komandan II.Bataillon/Panzer-Regiment 11 serta peraih Eichenlaub. Bäke memakai tiga buah Panzervernichtungsabzeichen di lengan kanannya, yang menandakan bahwa orang ini telah "membunuh" tiga buah tank musuh dengan bermodalkan senjata pegang-tangan!

---------------------------------------------------------------------






















Sumber :
Buku "Panzer Aces: German Tank Commanders of WWII" karya Franz Kurowski
Buku "The 6th Panzer Division: 1937-45" karya Oberst a.D. Helmut Ritgen
Foto koleksi pribadi Christian Fischer
Foto koleksi Dr. Dieter Zinke
Foto koleksi pribadi Mogdala
www.de.wikipedia.org
www.en.wikipedia.org
www.forum.axishistory.com 
www.forum.panzer-archiv.de
www.sz-photo.de
www.tiif.de
www.wehrmacht-awards.com

No comments: